Tampilkan postingan dengan label Nino Nurmadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nino Nurmadi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 April 2024

Doa berlindung dari kelaparan dan khianat

 اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُوْعِ فَاِنَّهٗ بِئْسَ الضَّجِيْعُ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَاِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ *

Allōhumma innī a-ūdzu bika minal jū'i, fa-innahū bi'sadh-dhojī'u wa a-ūdzu bika minal khiyānati fa-innahā bi'satil bithōnah.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lapar, karena ia adalah seburuk-buruk teman yang menyertai. Dan aku berlindung kepada-Mu dari khianat, karena ia adalah teman karib yang paling buruk.

Doa berlindung dari kefakiran

 اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْكُفْرِ وَالْفُسُوْقِ وَالشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ وَالسُّمْعَةِ وَالرِّيَاءِ *

Allōhumma innī a'ūdzu bika minal faqri wal kufri wal fusūqi wasy-syiqōqi wan-nifāqi was-sum'ati war-riyā-i.

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran kekufuran kefasikan kedurhakaan kemunafikan sum'ah dan riya'.

Doa berlindung dari kecelakaan

 اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَالْهَدْمِ وَالْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَاَعُوْذُ بِكَ اَنْ يَّتَخَبَّطَنِيْ الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَاَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَاَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَمُوْتَ لَدِيْغًا *

Allōhumma innī a'ūdzu bika minat-taroddī wal hadmi wal ghoroqi wal ḥarīqi wa a'ūdzu bika ay yatakhobbathonisy-syaithōnu 'indal mauti wa a'ūdzu bika an amūta fī sabīlika mudbirow wa a'ūdzu bika an amūta ladīghō.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (terjatuh), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari disesatkan setan pada saat mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat.

Doa berlindung dari keburukan tetangga

 اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوْءِ وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِيْ قَبْلَ المَشِيْبِ وَمِنْ وَّلَدٍ يَّكُوْنُ عَلَيَّ رَبًّا وَّمِنْ مَّالٍ يَّكُوْنُ عَلَيَّ عَذَابًا وَّمِنْ خَلِيْلٍ مَّاكِرٍ عَيْنُهٗ تَرَانِيْ وَقَلْبُهٗ يَرْعَانِيْ اِنْ رَاَى حَسَنَةً دَفَنَهَا وَاِذَا رَاَى سَيِّئَةً اَذَاعَهَا *

Allōhumma innī a'ūdzu bika min jāris-sū-i wa min zaujin tusyay yibunī qoblal masyībi wa miw waladiy yakūnu 'alayya robbaw wa mim māliy yakūnu 'alayya adzābaw wa min kholīlim mākirin 'ainuhū tarōnī wa qolbuhū yar'ānī ir ro'ā ḥasanatan dafanahā wa idzā ro'ā sayyi'atan adzā'ahā.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk, dan dari istri yang membuatku beruban sebelum waktunya, dan dari anak yang menguasaiku, dan dari harta yang menjadi azab atasku, dan dari teman dekat pembuat makar, matanya melihatku sedang hatinya mengawasiku, jika ia melihat kebaikan pada diriku maka ia menyembunyikannya, dan jika ia melihat keburukan maka ia menyebarkannya.

Doa berlindung dari keburukan anggota badan

 اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِيْ وَمِنْ شَرِّ بَصَرِيْ وَمِنْ شَرِّ لِسَانِيْ وَمِنْ شَرِّ قَلْبِيْ وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّيْ *

Allōhumma innī a'ūdzu bika min syarri sam'ī, wa min syarri bashorī, wa min syarri lisānī wa min syarri qolbī wa min syarri maniyyī.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, kejelekan pada penglihatanku, kejelekan pada lisanku, kejelekan pada hatiku, dan kejelekan pada mani atau kemaluanku.

Doa berlindung dari keburukan amal

 اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَشَرِّ مَالَمْ اَعْمَلْ *

Allōhumma innī a'ūdzu bika min syarri mā 'amiltu, wa syarri mā lam a'mal.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat dan keburukan yang belum aku perbuat.

Doa berlindung dari hilangnya nikmat

 اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ *

Allōhumma innī a'ūdzu bika min zawāli ni'matika wa taḥawwuli 'āfiyatika wa fujā-ati niqmatika wa jamī'i sakhōthik.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.

Minggu, 06 September 2020

Doa Mohon Anugerah Kekuatan, Kekuasaan, dan Rezeki

ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ Allahumma maalikal mulki tu'tiil mulka man tasyaa-u watanzi'ul mulka mimman tasyaa-u watu'izzu man tasyaa-u watudzillu man tasyaa-u biyadikal khairu innaka 'ala kulli syai-in qadiirun Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Makakuasa atas segala sesuatu. QS. Ali-Imran 26 Penjelasan: Dalam ayat ini Allah menyuruh Nabi Nya untuk menyatakan bahwa Allah lah Yang Maha Suci yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan Maha Bijaksana dengan tindakan Nya yang sempurna di dalam menyusun, mengurus, dan merampungkan segala perkara dan yang menegakkan neraca undang-undang umum di alam ini. Maka Allah lah yang memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki Nya di antara hamba-hamba Nya. Ada kalanya Allah memberikan itu bersamaan dengan pangkat kenabian seperti keluarga Ibrahim, dan ada kalanya hanya memberikan pemerintahan saja menurut hukum kemasyarakatan yaitu dengan menyusun kabilah-kabilah dan bangsa-bangsa. Dan Allah juga yang mencabut pemerintahan dari orang-orang yang Dia kehendaki disebabkan mereka berpaling dari jalan yang lurus, jalan yang dapat memelihara pemerintahan, karena meninggalkan keadilan, berlaku curang dalam pemerintahan. Demikianlah hal itu telah berlaku pula terhadap Bani Israel dan lain-lain bangsa disebabkan kelaliman dan kerusakan budi mereka.

Doa Mohon Ampunan untuk Diri dan Saudara

رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ Rabbi ighfir lii wali-akhii wa-adkhilnaa fii rahmatika wa-anta arhamu alrraahimiina Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang QS. Al-A'raf 151 Penjelasan: Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh Nabi Musa as ketika melihat kaumnya kembali kepada kekufuran setelah ditinggal bermunajat di gunung Sinai (Thurisina).

Doa Mohon Ampunan untuk Diri dan Saudara

رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ Rabbi ighfir lii wali-akhii wa-adkhilnaa fii rahmatika wa-anta arhamu alrraahimiina Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang QS. Al-A'raf 151 Penjelasan: Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh Nabi Musa as ketika melihat kaumnya kembali kepada kekufuran setelah ditinggal bermunajat di gunung Sinai (Thurisina).

Doa Mohon Ampunan dan Rahmat

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَسِرِينَ Rabbana zalamna anfusana wa illam tagfir lana wa tarhamna lanaku nanna minal khasirina Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi QS. Al-A'raf 23 Penjelasan: Dalam ayat ini terdapat doa tobat Nabi Adam a.s dan Siti Hawa yang telah terbujuk tipu daya setan, dengan melanggar larangan Allah SWT, ketika mereka mencicipi buah khuldi yang dilarang Allah untuk memakannya

Doa Mensyukuri Ni'mat

رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ Rab bi auzini an askura nimatakal lati anamta alay ya wa alaa waa liday ya wa an amala saalihan tardaahu wa adhilni birahmatika fi ibaadikas saalihin Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih QS. Al-Naml 19 Penjelasan: Dijelaskan dalam Al-Qr'an bahwa ayat ini adalah doa Nabi Sulaiman kepada Allah SWT agar mendapatkan ilham untuk mensyukuri nikmat serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang beramal shalih di dunia hingga kemudian mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Doa Mendapatkan Anak Yang Sholeh

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ Rabbi hab lii mina alshshaalihiina Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh QS. Ash-Shaaffat 100 Penjelasan: Doa ini adalah doa yang selalu Nabi Ibrahim panjatkan saat berusia 100 tahun dan beliau belum juga dikaruniai putra oleh Allah SWT

Doa Melihat Keajaiban Alam

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ Rabbanaa maa khalaqta haazaa baatilaa(n), subhaanaka fa qinaa 'zaaban naar(i) Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka QS. Ali-Imran 191 Penjelasan: Dalam ayat ini mengatakan, orang-orang yang berakal adalah mereka yang senantiasa memikirkan alam semesta. Memahami tujuan alam dan menyadari bahwa dunia ini tidak dicipta tanpa pencipta membuat kita memahami bahwa penciptaan ini berdasarkan tujuan tertentu.

Doa Malaikat Memohonkan Ampunan Bagi Orang Beriman

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ Rabbanaa wasi'ta kulla syai-in rahmatan wa'ilman faaghfir lil-ladziina taabuu waattaba'uu sabiilaka waqihim 'adzaabal jahiimi Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala QS. Ghaafir 7 Penjelasan: Dalam ayat ini terdapat doa yang dibaca oleh para malaikat penjaga 'arasy Allah SWT sebagai tasbih kepada-Nya. Sudah jadi kebiasaan bagi para malaikat untuk mendoakan atau meng-aminkan doa seorang mukmin untuk sesama mukmin.

Doa Lingkungan yang baik

رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلظَّالِمِ أَهْلُهَا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا Rabbanaa akhrijnaa min haazihil qaryatiz zaalimi ahluhaa, waj'al lanaa mil ladunkawaliyyaa(n), waj'al lanaa mil ladunka nasiraa(n) Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negert yang zhalim penduduknya ini, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu serta berilah kami penolong dari sisi-Mu QS. An-Nisaa 75 Penjelasan: Dalam ayat ini dengan jelas menegaskan bahwa menyelamatkan dan membebaskan orang-orang yang teraniaya dari dominasi orang-orang keji, merupakan tujuan jihad dan itulah yang dikatakan jihad fisabilillah. Seorang mukmin sejati memiliki tanggung jawab di depan agama dan manusia setanah air dan tidaklah sepantasnya mereka mengabaikan kesulitan orang lain dan hanya memikirkan kesejahteraan dan keluarganya sendiri. Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:‎ 1. Jihad dalam Islam di samping bersifat ilahi, juga manusiawi. Perjuangan untuk pembebasan manusia, adalah perjuangan ilahi. 2. Ketidakacuhan di depan penderitaan dan permintaan bantuan orang-orang teraniaya adalah dosa. Haruslah bangkit dengan seluruh kekuatan untuk membela mereka. 3. Untuk menyelamatkan diri dari cengkeraman orang-orang zalim, haruslah meminta pertolongan dari Tuhan dan para aulia-Nya, bukannya dari setiap orang dan dengan segala bentuk.

Doa Keteguhan

رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا Rabbi innii wahanal 'azhmu minnii wa-asyta'alarra'su syaiban walam akun bidu'aa-ika rabbi syaqii-yan Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku QS. Maryam 4 Penjelasan: Doa dalam ayat ini memberikan teladan bagi kita agar kita tidak berputus asa dari rahmat Allah. ini adalah doa Nabi Zakaria, yang memiliki kelemahan fisik dan kekuatan yang semakin menurun dengan usia yang bertambah senja. Namun tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada Allah SWT. Nabi Zakaria meminta keturunan sebagai penjaga dan penyelamat manusia dengan risalah yang Allah titipkan kepada anak tersebut setelah kematiannya

Doa Kesabaran dan Minta Pertolongan

رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ Rabbanaa afrigh 'alaynaa shabran watsabbit aqdaamanaa waunshurnaa 'alaa alqawmi alkaafiriina Ya Tuhan, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir QS. Al-Baqarah 250 Penjelasan: Doa ini dipanjatkan Thalut dan bala tentaranya dalam menghadapi Jalut dan bala tentaranya, dalam perang ini pasukan Thalut dapat mengalahkan Jalut dan Daud membunuh Jalut.

Doa Kelapangan hati

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي Rabbi ishrah lii sadrii Wayassir lii amrii Waohlul AAuqdatan min lisanii Yafqahuu qawlii Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku QS. Thaha 25-28 Penjelasan: Dikisahkan dalam Al-Qur'an bahwa ayat ini adalah doa yang pernah dibaca oleh Nabi Musa AS. ketika mendapat perintah dari Allah SWT. agar menyampaikan risalah kepada Fir'aun. Dia memohon dan meminta agar dadanya dilapangkan dalam menunaikan tugas risalah yang dibebankan kepadanya. Doa ini juga sering dibaca oleh para mubaligh agar mendapatkan kelancaran, kemudahan dalam berdakwah.

Doa Kekuatan Iman

رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ Rabbanaa innanaa aamannaa faaghfir lanaa dzunuubanaa waqinaa 'adzaabannaari Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari siksa neraka QS. Ali-Imran 16 Penjelasan: Dalam ayat ini menjelaskan tentang pengakuan telah beriman, cara hidupmu dirubah. Tidak lagi semata-mata mengejar \"perhiasan dunia\ tetapi mengingat lagi akan perjuangan kelak di kemudian hari dengan Allah. Lantaran telah beriman, mengakuilah bahwa di zaman yang sudah-sudah memang hidup itu hanya ingat dunia saja, sebab itu memohon ampun kepada Tuhan atas dosa-dosa yang telah lalu itu, dan memohonkan lagi kepada Tuhan peliharakanlah kiranya daripada siksaan neraka itu. Sebab dengan adanya iman di dalam hati kami, kami telah mendapat suluh dan telah jelas oleh kami jalan yang akan ditempuh. Cuma kadang-kadang mendapat gangguanlah kami daripada hawa nafsu kami dan perdayaan syaitan.